No Image

Sikap Putus Asa Menghalangi Keberkahan

26 November 2019

Berkah adalah kebaikan yang mempunyai nilai plus, kebaikan yang terus bertambah dengan kebaikan. Barokah atau berkah adalah salah satu kata “selain salam dan rahmat”. Menurut bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab: barokah (??????), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”. Menurut istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).

Sahabat Percikan Iman, salah satu penyebab keberkahan itu hilang karena adanya sikap keputusasaan. Contoh yang sering kita alami adalah ketika ditimpa sakit. Tiada seorangpun didunia ini yang mengharapkan sakit. Namun kondisi sakit itu akan menjadi berkah apabila disikapi dengan kesabaran.

Sebuah peristiwa yang (mungkin) dianggap buruk karena sangat merugikan, dapat kita ubah menjadi baik dengan prospek cara pandang yang lain. Seperti halnya keburukan akan menjadi keberkahan bila di sikapi dengan kebaikan. Bahwa Allah memberikan ujian ini untuk meningkatkan kualitas keimanan dengan kesabaran dan tidak menyerah berpaling dari Allah Swt.

Contoh mulia sebuah kesabaran jauh dari putus ada adalah kisah nabi Yakub yang diuji oleh keberadaan anak-anaknya. Nabi Yakub mempunyai 12 anak, salah satunya Yehuda yang tidak suka kepada saudaranya Yusuf. Yehuda ingin membunuh Yusuf dengan cara di masukkan ke dalam sumur.

Setelah mendengar penuturan tentang kisah kematian Yusuf yang dimakan binatang buas dengan bukti pakaian yang dibawa saudara-saudaranya. Nabi Yakub tetap tegar dan tidak berpikir putus asa karena feeling seorang ayah bahwa anaknya yang sangat dicintainya masih hidup.

Apa yang dikatakan oleh nabi Yakub kemudian di abadikan Allah dalam (QS. Yusuf: 87) bahwa janganlah berputus asa dari rahmat Allah karena yang mempunyai sifat putus asa itu adalah orang-orang kafir.

Tags: Islami Sosial